Diberdayakan oleh Blogger.
  • Home
  • Health
  • Life Style
    • Food
    • Body
    • Soul
  • Beauty
  • Parenting
  • Ask Me

Tesha Rosyida

-Jika Wajah Tidak Cukup Familiar Untuk Dikenang, Maka Melalui Tulisan Kita Akan Tetap Ada-


Beberapa tahun terakhir muncul tren menikah muda atau menikah pada usia remaja (10-19 tahun). Ada yang sudah menikah pada usia 17 tahun, 18 tahun bahkan bulan April sempat dihebohkan dengan dua anak SMP di Bantaeng, Sulawesi Barat mendaftarkan pernikahan mereka ke Kantor Urusan Agama. Calon pengantin wanita baru berusia 14 tahun 9 bulan, dan calon pengantin pria 15 tahun 10 bulan. Dari berbagai sumber, pernikahan keduanya dikarenakan pihak calon mempelai wanita menyebut takut sendiri di rumah, setelah ibunya meningal setahun yang lalu.
Selain itu akhir April 2018 (28/4/2018) kembali muncul pernikahan dua anak di Maros, Sulawesi Selatan. Pihak mempelai lelaki, ST baru berusia 14 tahun. Sedangkan istrinya, RS, berumur 16 tahun. Keduanya melangsungkan pernikahan di Makassar lalu menggelar resepsi di rumah mempelai perempuan di Dusun Balangkasa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Maros. Kedua anak tersebut dijodohkan oleh orang tua mereka yang masih saudara kandung dengan alasan ibu pihak laki-laki sering sakit dan tidak ada lagi anak perempuannya yang merawat. 
Saat ini perkawinan di Indonesia masih diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1974 pasal 7 ayat 1 yang memperbolehkan adanya perkawinan apabila pria minimal 19 tahun dan wanita minimal 16 tahun.  Selain itu jika umur salah satu atau kedua calon mempelainya dibawah usia minimal tersebut tetap ingin melaksanakan perkawinan,  orang tua pihak laki-laki dan orang tua pihak perempuan dapat minta dispensasi atas ketentuan umur kepada Pengadilan Agama bagi yang beragama Islam dan Pengadilan Negeri bagi yang non-Islam (Pasal 7 ayat [2] UUP jo.Pasal 1 huruf b PP No. 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan). Pengajuan dispensasi tersebut diajukan ke Pengadilan sesuai wilayah tempat tinggal pemohon.
Sebenarnya peraturan tersebut patut disayangkan mengingat jika ditinjau kembali dari aspek kesehatan, usia 10-19 tahun masih tergolong remaja terlalu dini untuk sebuah pernikahan, hubungan seksual, hamil, dan mengurus anak. Selain itu secara biologis perkembangan organ reproduksinya belum sempurna. Pernikahan dini juga dapat menimbulkan beberapa dampak diantaranya adalah;
1.   Meningkatkan Resiko Kanker Serviks
Menurut Abrori M. Kes., dosen Ilmu Kesehatan Reproduksi Universitas Muhammadiyah Pontianak, menyatakan bahwa belum matangnya sel-sel leher rahim pada wanita muda menyebabkan mereka lebih rawan terkena infeksi ketika melakukan hubungan intim. Organ reproduksi wanita berusia 12-20 tahun sedang aktif berkembang. Idealnya sel-sel leher rahim ini tidak mengalami kontak atau rangsangan apapun dari luar selama aktif membelah diri. Namun, karena beberapa hal, semisal penetrasi penis dan masuknya sperma, sel kemudian dapat tumbuh secara abnormal dan menjadi awal mula munculnya penyakit kanker rahim (kanker serviks)
2.      Risiko Kekerasan Seksual Meningkat
Studi menunjukkan bahwa dibandingkan dengan wanita yang menikah pada usia dewasa, perempuan yang menikah pada usia di bawah 18 tahun lebih cenderung mengalami kekerasan dari pasangannya. Karena pada usia ini, ditambah dengan kurangnya pengetahuan, seorang perempuan di usia muda akan lebih sulit dan tidak berdaya menolak hubungan seks.
3.      Meningkatkan Resiko Mordibitas dan Mortalitas Ibu serta Bayi, seperti:
a. Keguguran. Hal ini disebabkan karena dinding rahim atau endometrium belum terlalu kuat sehingga proses menempelnya embrio ke dinding rahim tidak optimal. Kondisi inilah yang berisiko terjadinya keguguran.
b. Preeklamsia dan Eklamsi. Pre-eklamsia adalah kondisi dimana tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg yang disertai adanya protein dalam urinnya. Biasanya ditandai dengan nyeri kepala hebat dan pembengkakan pada kaki, tangan dan wajah. Pre-eklamsia tidak dapat dideteksi sejak awal kehamilan, kondisi ini sering muncul saat telah mendekati persalinan. Jika tak segera ditangani dapat menimbulkan eklamsi (kejang-kejang) bahkan kematian.
c.  Bayi Prematur. Jika remaja yang hamil tidak mendapatkan perawatan yang cukup atau mengalami kondisi tertentu dapat berisiko melahirkan prematur atau persalinan yang terjadi sebelum bayi berusia 38-40 minggu. Bayi prematur berisiko gangguan pernapasan, sistem pencernaannya belum sempurna atau gangguan organ lainnya.
d. Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan Cacat Bawaan. Kondisi ini dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan, pengetahuan tentang nutrisi kehamilan, jarang melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC), serta kondisi psikologi ibu kurang stabil. Sehingga gizi selama kehamilan yang diperlukan untuk pertumbuhan tidak tersedia dengan maksimal. Hal tersebut mengakibatkan makin tingginya kelahiran prematur, berat badan lahir rendah dan cacat bawaan
e. Perdarahan saat persalinan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi atau kembali ke bentuk semula.
f. Robekan jalan lahir terjadi karena tingkat elastisitas vagina pada saat proses persalnan belum sempurna. Robekan yang luas dapat menyebabkan saluran kencing atau feses menjadi satu dengan vagina atau disebut fistula vesikovaginal (merembesnya air seni ke vagina) dan fistula retrovaginal ( keluarnya gas dan feses/tinja ke vagina)
g. Depresi Post Partum. Hamil diusia remaja lebih berisiko mengalami depresi postpartum yaitu kondisi ibu tidak menerima atas kelahiran bayinya dan dapat mengganggu perawatan bayi yang baru lahir. Ibu yang mengalami depresi perlu terapi dari psikolog agar tidak berlanjut pada postpartum psikosis yang berpotensi melakukan tidakan berbahaya bagi dirinya maupun bayinya.
4.      Gangguan Psikologis (Resiko Perceraian dan Bunuh Diri Meningkat)
Pasangan yang menikah di usia muda dinilai masih memiliki ego serta tingkat emosional yang belum stabil. Hasilnya, pasangan yang menikah di usia muda akan mudah merasa cemas serta panik dalam menghadapi perubahan peran serta tanggung jawab yang harus diambil. Tidak jarang, kondisi ini berujung pada perceraian, menurunnya kesehatan mental satu atau kedua belah pihak, bahkan memicu timbulnya depresi hingga keinginan untuk bunuh diri.
Melihat dari beberapa resiko yang dapat terjadi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebenarnya telah mengkampanyekan program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) yaitu meningkatkan usia perkawinan pertama minimal usia 21 tahun pada perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Karena diyakini di usia-usia tersebut sesorang dianggap telah lebih dewasa dan bertanggungjawab. Berdasar hasil sebuah riset yang melibatkan 1.000 responden pria berusia 25-34 tahun, didapatkan hasil bahwa sebanyak 81% dari mereka meyakini usia antara 25-27 tahun adalah waktu yang tepat untuk menikah. Pada usia-usia tersebut seorang wanita dan laki-laki sudah matang secara organ reproduksinya dan telah siap untuk meneruskan keturunan. Selain itu tingkat kedewasaan dianggap sudah cukup, dan pendidikan yang cukup serta pekerjaan yang jelas dan lebih mandiri dapat menjamin keharmonisan bisa lebih besar juga dibandingkan dengan nikah di usia muda.
Oleh karena itu alangkah lebih baiknya untuk mendewasakan usia perkawinan agar risiko-risiko kesehatan dapat terminimalisir dan tingkat mordibitas dan mortalitas ibu serta bayi dapat menurun. Menikah pada usia yang ideal juga diharapkan dapat menurunkan tingkat perceraian dan meningkatkan keharmonisan berumah tangga. Sehingga dari keluarga-keluarga yang harmonis inilah dapat terlahir generasi-generasi penerus bangsa yang berkualitas dan tumbuh dengan penuh kasih sayang.
Mei 02, 2018 No komentar



Peran domestik keluarga secara sederhana menggambarkan tentang pekerjaan-pekerjaan atau aktivitas yang berhubungan dengan rumah tangga. Sebagai contoh adalah mencuci pakaian, mencuci piring, memasak, menyetrika, menyapu rumah, hingga kegiatan mengasuh anak. Peran domestik identik diposisikan pada perempuan dan memiliki stereotype yang berbeda dengan laki-laki. Perempuan adalah sebagai istri (pendamping suami), pengelola rumah tangga, sebagai ibu (penerus keturunan dan pendidik anak), dan sebagai warga masyarakat. Beberapa peran pada perempuan tersebut ada yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun walau oleh suami, seperti hamil, melahirkan dan menyusui (kodrati)
Sebaliknya sektor publik lebih identik dengan laki-laki yang digambarkan memiliki karakter maskulin yang tegas, berani, cekatan dan cepat dalam mengambil keputusan, sehingga dikatakan bahwa sektor publik merupakan domain laki-laki. Kekuasaan publik identik dengan penyelesaian masalah dalam persaingan dan konflik, sedangkan feminitas memiliki karakteristik berupa kesabaran, kejujuran dan kesetiaan yang dianggap tidak memiliki karakteristik unggul.
Namun pada era sekarang ini, perempuan tidak hanya terbatas pada kegiatan dosmetik saja, namun juga melakukan kegiatan di luar rumah (publik) untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan. Masuknya perempuan ke wilayah publik disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: pendidikan perempuan yang semakin tinggi sehingga meningkatkan kemampuan mereka untuk bersaing dengan laki-laki disektor publik, adanya keinginan untuk maju dan berkembang, tuntutan jaman dengan mengusung emansipasi wanita dan sebagai wadah meningkatkan eksitensi diri. Alasan yang lain adalah untuk mendapatkan penghasilan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tingginya kesadaran kaum perempuan untuk bekerja, tidak linier dengan kendala yang perempuan hadapi, bahwa masyarakat masih menginginkan perempuan bekerja untuk berperan ganda, yaitu: berperan sebagai pekerja (publik-produktif) dan berperan sebagai ibu rumah tangga (domestik-reproduktif).
Peran ganda tersebut merupakan bentuk lain dari diskriminasi dan ketidak adilan gender dimana salah satu jenis kelamin tertentu melakukan peran secara berlebihan. Dalam suatu rumah tangga pada umumnya beberapa jenis kegiatan dilakukan laki-laki, dan beberapa dilakukan oleh perempuan. Berbagai observasi, menunjukkan perempuan mengerjakan hampir 90% dari pekerjaan rumah tangga. Sehingga bagi perempuan yang bekerja, selain bekerja di tempat kerja juga masih harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Peran ganda tersebut memunculkan tantangan baru bagi perempuan dimana akan muncul istilah second shift, yaitu sepulang dari bekerja, perempuan masih harus menjalankan serangkaian pekerjaan rumah tangga. Sementara bagi laki-laki, ketika pulang dari bekerja, ia mendapatkan keistimewaan untuk beristirahat dan mendapat pelayanan dari istrinya. Kondisi semacam ini sering menjadi persoalan di dalam rumah tangga. Dimana istri bisa jadi merasa kelelahan dan lebih terbebani, sehingga rumah tangga menjadi tidak dapat ditata dengan baik atau yang paling buruk adalah jika kemudian anak-anak menunjukkan prestasi sekolah yang rendah atau bahkan kenakalan-kenalakan. Ketika hal itu terjadi, tudingan akan selalu ditujukan kepada perempuan sebagai pihak yang tidak mampu menjalankan kewajibannya. Pada kondisi seperti inilah rentan menyebabkan stress bagi perempuan.
Ketika kondisi stress, hormon adrenalin dalam tubuh seseorang akan meningkat, dan hormon endhorpin akan menurun. Konsekuensinya, daya tahan tubuh akan menurun. Kondisi ini yang akan mempengaruhi kesehatan perempuan dimasa mendatang. Oleh karena itu salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah melenturkan peran di dalam rumah tangga. Laki-laki harus mampu berbagi peran dengan istrinya sesuai dengan keadaan. Misalnya ketika istri terpaksa harus lembur, suami pun diharapkan siap untuk menemani anak belajar dan memastikan bahwa anak telah makan malam. Atau jika istri sedang memasak, sang suami dapat meringankan pekerjaan rumah tangga dengan membantu menyapu atau kegiatan yang lainnya. Melalui berbagi kegiatan seperti ini pula akan tercipta teamwork yang baik dalam berumah tangga.
Namun sayangnya tak semua laki-laki mau mengambil peran tersebut. Masih lekatnya budaya patriarki di lingkungan kita menjadikan laki-laki gengsi untuk melakukan pekerjan rumah tangga. Kepercayaan patriarki adalah sistem kepercayaan yang melayani legitimasi dominasi laki laki dan diskriminasi gender. Hal ini berdasar kepada interpretasi patriarkal dari ”bibliogical superiority ( sexism )” yang mengklaim bahwa pembagian hak yang tidak setara antar gender adalah alamiah ( biologis ) atau takdir Tuhan, dan sangat sulit diubah.
Diskriminasi gender dalam kehidupan berumah tangga contohnya dalam pembagian peran domestik yang tidak merata, pada dasarnya mengindikasikan masih terabaikannya pemenuhan hak asasi perempuan, diantaranya sebagai akibat masih terdapat kultur budaya dan lingkungan yang diskriminatif dan/atau bias gender sehingga berimbas pada bentuk perlakuan diskriminatif pula. Isu gender menguat ketika disadari bahwa perbedaan gender antara manusia laki-laki dan perempuan telah melahirkan ketidakadilan dalam berbagai bentuk seperti marginalisasi atau pemiskinan ekonomi, subordinate atau anggapan tidak penting dalam urusan politik, stereotype atau pencitraan yang negatif bagi perempuan yaitu citra perempuan yang dimaksud hanya bergelut 3R (dapur, sumur,kasur), kekerasan, dan double burden (beban ganda) dalam pekerjaan rumah tangga. Dengan masih adanya berbagai ketidak adilan gender yang perempuan alami, maka munculah program kesetaraan gender dan menjadi tujuan global yang dimuat dalam Sustainable Development Goals (SDGs) point 5 yaitu tentang kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan dimana didalamnya juga termuat promosi tanggung jawab bersama di dalam rumah tangga dan keluarga sesuai dengan kebiasaan nasional.
Oleh karena itu dalam mewujudkan kesetaraan gender dalam berumah tangga dapat dimulai sejak awal pernikahan. Pembagian peran domestik publik dapat disepakati sedari awal dengan tetap mempertimbangkan proporsi pembagian tugas tersebut. Inilah yang kemudian menjadi PR bagi laki-laki dan perempuan yang akan menikah untuk dapat memahami hak dan kewajiban dalam berumah tangga termasuk dalam mengedepankan prinsip kesetaraan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui hal tersebut diharapkan suami maupun istri tidak saling terbebani dalam menjalani peran rumah tangga.





April 23, 2018 No komentar


Best Essay Geo-Environment Student Challenge (GEOS) 2016
Juara II Essay Competition Geo-Environment Student Challenge (GEOS) 2016

  Hampir semua kota besar di Indonesia dipenuhi oleh pemukiman penduduk, gedung pencakar langit, dan berbagai infrastruktur perkotaan lainnya. Proporsi bangunan ini terus bertambah setiap tahunnya hingga menyebabkan ketimpangan antara luas lahan hijau dan bangunan di perkotaan. Kondisi ini juga berdampak pada suhu di perkotaan menjadi lebih hangat daripada suhu di pedesaan.
Pemerintah sebenarnya telah mengatur penataan ruang perkotaan untuk menjaga keseimbangan lahan hijau dan jumlah banguanan tersebut. Dalam Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menyebutkan bahwa perencanaan tata ruang wilayah kota harus memuat rencana penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau yang luas minimalnya sebesar 30% dari luas wilayah kota. Proporsi RTH pada wilayah perkotaan adalah sebesar minimal 30% yang terdiri dari 20% ruang terbuka hijau publik dan 10% terdiri dari ruang terbuka hijau privat. Proporsi 30% merupakan ukuran minimal untuk menjamin keseimbangan ekosistem kota, baik keseimbangan sistem hidrologi dan keseimbangan mikroklimat, maupun sistem ekologis lain yang dapat meningkatkan ketersediaan udara bersih yang diperlukan masyarakat, serta sekaligus dapat meningkatkan nilai estetika kota.
Untuk mewujudkan persyaratan 30% tersebut bukan pekerjaan mudah. Faktanya banyak kawasan di kota-kota besar yang semula diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau justru berubah menjadi pemukiman padat penduduk, hotel, gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan. Upaya mengembalikan lahan menjadi ruang terbuka hijau butuh biaya dan energi yang tidak sedikit.
Salah satu solusi pengadaan ruang terbuka hijau yang dapat diimplementasikan dengan banyaknya bangunan di kawasan perkotaan yaitu dengan konsep bangunan beratap tanaman atau yang sering disebut dengan roof garden. Roof garden adalah sebuah taman yang dibuat pada atap sebuah rumah/kantor. Konsep ini merupakan salah satu upaya optimalisasi pemanfaatan lahan yang ada, untuk penanaman tanaman hijau seperti sayuran/buah-buahan maupun tanaman hias. Dengan dibangunnya roof garden pada sebuah rumah/kantor, maka kebutuhan ruang terbuka hijau akan terpenuhi walaupun dengan lahan yang terbatas. Selain itu roof garden juga akan berfungsi mengurangi dampak pemanasan global (Global Warming).
Namun sebelum membuat roof garden, satu hal yang perlu pertimbangkan adalah konstruksi atap bangunan. Apakah atap tersebut sudah didesain untuk mendukung beban media tanam berupa tanah dan pepohonan yang akan ditanam di atasnya atau tidak. Karena Roof Garden harus didukung struktur dan konstruksi atap yang kuat. Keberadaan tamanan di atas atap akan menimbulkan bertambahnya beban. Timbunan tanah dan tanaman akan menambah beban mati, beban angin, dan tambahan beban air pada atap bangunan. Penyiapan lahan roof garden inilah yang sering kali dirasa membebani bagi sebagian pemilik gedung karena harus memodifikasi konstruksi atap bangunan.
Oleh karena itu dikembangkan roof garden dengan sistem hidroponik sebagai salah satu upaya agar implementasi tanaman di atas atap ini semakin mudah. Hidroponik adalah suatu istilah yang digunakan untuk bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tumbuhnya. Tanaman dapat di tanam dalam pot atau wadah lainnya dengan menggunakan air dan atau bahan-bahan porus lainnya, seperti kerikil, pecahan genting, pasir, pecahan batu ambang, dan lain sebagainya sebagai media tanamnya. Untuk memperoleh zat makanan atau unsur-unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman, ke dalam air yang digunakan dilarutkan campuran pupuk organik. Campuran pupuk ini dapat diperoleh dari hasil ramuan sendiri garam-garam mineral dengan formulasi yang telah ditentukan atau menggunakan pupuk buatan yang sudah siap pakai. Bercocok tanam secara hidroponik dapat memberikan keuntungan, antara lain  tanaman terjamin kebebasannya dari hama dan penyakit, produksi tanaman lebih tinggi, tanaman tumbuh lebih cepat dan pemakaian pupuk lebih efisien, tanaman memberikan hasil yang kontinu, lebih mudah dikerjakan tanpa membutuhkan tenaga kasar, tanaman dapat tumbuh pada tempat yang semestinya tidak cocok, tidak ada resiko sebagai ketergantungan terhadap kondisi alam setempat, dan dapat dilakukan pada tempat-tempat yang luasnya terbatas.
Melalui sistem hidroponik ini pemilik bangunan tidak perlu banyak memodifikasi atap bangunannya sebelum digunakan sebagai media tanam. Dengan kemudahan pembuatan roof garden hidroponik tersebut diharapkan semakin banyak pemilik bangunan yang sadar akan pentingnya ruang terbuka hijau dan mulai mengaplikasikannya. Sehingga ketersediaan tanaman hijau sebagai produsen oksigen di perkotaan semakin meningkat.










DAFTAR PUSTAKA

Ferial, R. 2007. Bangunan Tinggi dan Lingkungan Kota. TeknikA Journal. No. 28 Vol.1 Thn. XIV November 2007. Universitas Andalas.


Lestari S.H. 2016. RTH Terkendala Status Lahan, Baru 21 Persen dari Target 30 Persen. http://surabaya.tribunnews.com/. Diakses pada 2 September 2016 pukul 10.30 WIB.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 05/PRT/M/2008 Tentang Pedoman Penyediaan Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan.


Rahadini, A. 2009. Penggunaan Atap Rumah Sebagai Taman Untuk Menurunkan Suhu Panas Dalam Ruangan. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Prasarana Wilayah 2009. ISBN 978-979-18342-1-6. Program Studi Arsitekur Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

 

Rosliani, R & Sumarni, N. 2005. Budidaya Tanaman Sayuran dengan Sistem Hidroponik. Bandung: Balai Penelitian Tanaman Sayuran.

 

Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang


April 23, 2018 No komentar
Hasil gambar untuk hamil
Hamil adalah saat-saat yang dinantikan oleh hampir seluruh wanita. Momen ini yang dapat membuat wanita merasa sempurna yaitu hamil dan melahirkan seorang anak. Namun sayangnya tidak semua wanita bisa hamil dengan cepat. Ada banyak wanita yang mengalami banyak masalah atau hambatan sebelum akhirnya bisa hamil. Sebagian besar lagi telah menikah bertahun-tahun namun belum juga hamil.
Sebenarnya dalam mempersiapkan kehamilan, seorang wanita perlu tahu apa saja yang terbaik untuk kehamilan yang mungkin akan terjadi. Makanan bagi wanita hamil atau mempersiapkan kehamilan harus selalu dijaga. Pasalnya, makanan sangat mempengaruhi kehamilan bunda nantinya dan ada banyak makanan yang disarankan agar indung telur nanti berkualitas sehinga bunda akan mendapatkan bayi yang sehat dan cerdas juga.
Lalu apa yang harus bunda konsumsi ketika sedang mempersiapkan kehamilan? Berikut ini ada beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi dalam masa persiapan kehamilan serta ada pantangan makanan selama masa persiapan dan masa kehamilan.

1.       Kebutuhan Asam Folat
Hasil gambar untuk asam folat
Asam folat masa persiapan hamil sangatlah penting. Sebaiknya bunda yang sedang pada masa persiapan kehamilan mengonsumi  400 mikrogram asam folat setiap harinya. Asam folat ini juga akan sangat baik untuk perkembangan janin dan otak bayi bunda nantinya. Jika bunda sudah memenuhi kebutuhan asam folat sejak dini, maka indung telur akan mendapatkan asupan asam folat sejak dini juga dan akan tumbuh dengan sempurna.
Dari manakah bunda akan mendapatkan asupan asam folat? Asam folat bisa diperoleh dari berbagai jenis makanan misalnya saja kuning telur, kacang-kacangan, sayuran hijau, sitrus dan lain-lain. Selain itu asam golat juga merupakan kunci dari perkembangan sel pada awal pembuahan. Asam folat sangat baik juga untuk membantu mencegah resiko persalinan da resiko bayi yang lahir cacat.
2.       Pantangan Makanan
Bagi ibu hamil atau ibu yang sedang dalam masa persiapan kehamilan, sebaiknya ibu tahu pantangan makanan persiapan kehamilan atau saat hamil. Pantangan kehamilan ini sebaiknya tidak dilanggar agar bayi dalam kandungan tetap sehat atau bunda yang sedang mempersiapkan kehamilan juga bisa segera terwujud.
Sebaiknya tidak mengkonsumsi kafein atau makanan dan minuman mengandung kafein. Kafein dalam jumlah terbatas juga bisa membantu untuk menjaga janin dengan lebih baik. Selain itu makanan instan sebaiknya juga dihindari karena banyak mengandung zat kimia yang sangat berbahaya dan membuat indung telur menjadi lemah.
Alkohol dan kebiasaan merokok juga sangat berbahaya karena indung telur bisa tidak berkembang secara maksimal akibat adanya nikotin dan zat-zat berbahaya yang disalurkan dari ibu ke bayi. Merokok juga akan membuat bunda sulit untuk hamil. Dengan menghindari makanan yang berbahaya dan hanya makan makanan yang sehat, janin bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat pula.Nutrisi penting apa saja yang perlu dipenuhi sejak masa persiapan kehamilan?
3.       Vitamin B6
Hasil gambar untuk vitamin b6Selain asam folat, asupan vitamin B6 juga penting untuk Ibu karena berperan dalam mengatur hormon reproduksi. Vitamin B6 bisa Ibu dapatkan dari:
a.       Sereal
b.       Gandum
c.       Kacang-kacangan
d.       Sayuran hijau
4.       Zat Besi
Hasil gambar untuk zat besi
Apabila Ibu mengalami anemia, penuhi kebutuhan asupan zat besi. Zat besi adalah nutrisi penting untuk meningkatkan sel darah merah dan sangat vital dalam proses persiapan kehamilan. Sangat mudah mendapatkan zat besi, yaitu dengan mengonsumsi daging merah dari sapi, domba atau kambing, daging ayam, kacang-kacangan dan sayur bayam. Ibu bisa variasikan atau mengganti menu setiap harinya supaya tidak bosan.
5.       Vitamin C
Hasil gambar untuk vitamin c
Nutrisi lainnya yang dibutukan Ibu dalam persiapan kehamilan adalan vitamin C. Ibu pasti tidak asing dengan nutrisi ini. Vitamin C berperan dalam meningkatkan penyerapan zat besi. Selain itu, vitamin C juga sangat mendukung kesuburan Ibu dan Ayah. Dapatkan vitamin C dari buah-buahan yang bisa dijadikan camilan sehat, seperti jeruk, pepaya, mangga, jambu biji, buah kiwi, stroberi, apel dan buah lainnya.
Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi selama persiapan kehamilan, Ibu perlu minum 8-10 gelas air per hari. Air memudahkan tubuh menyerap nutrisi dari makanan-makanan yang Ibu konsumsi dan meningkatkan produksi hormon-hormon kesuburan. Sekarang Ibu bisa memulai dengan mengatur pola makan dan konsumsi makanan yang mengandung nutrisi penting untuk persiapan kehamilan. Tetap semangat ya, Ibu.

Sumber:
Blössner, Monika dan Mercedes de Onis. 2005. Malnutrition : Quantifying The Health Impact at National and Local Levels.
Ministry of Health. 2006. Food and Nutrition Guidelines for Healthy Pregnant and Breastfeeding Women: A background paper.



April 10, 2018 No komentar
Gambar terkait
Hypnobirthing adalah metode yang menggunakan self-hypnosis (hipnotis diri sendiri) dan teknik relaksasi untuk membantu calon ibu merasa siap serta mengurangi persepsi akan ketakutan, kecemasan atau tegang, dan rasa sakit saat melahirkan. Hypnobirthing berasal dari kata “hypnosis” dan “birthing”. Hypnosis berasal dari bajasa Yunani “hypnos” yang berarti Dewa Tidur. Sedangkan “birthing” berasal dari bahasa Inggris yang berarti proses persalinan.Tapi, jangan mengira bahwa hypnobirthing adalah persalinan yang berada di pengaruh hipnotis sehingga ibu melahirkan di bawah alam sadar.
Hypnobirthing merupakan salah satu teknik autohipnosis (self hypnosis), yaitu upaya alami dalam menanamkan niat positif/sugesti ke jiwa atau pikiran bawah sadar dalam menjalani masa kehamilan dan persiapan persalinan. Hypnobirthing mengandalkan ketenangan pikiran sehingga mendukung seluruh relaksasi otot yang terlibat dalam proses persalinan. Dengan adanya relaksasi fisik, emosi dan jiwa persalinan dapat berjalan dengan mudah, bebas trauma. Metode hypnobirthing diharapkan dapat membuat ibu, ayah dan keluarga menyambut kehadiran sikecil dengan tenang, bahagia dan penuh cinta.

Cara Kerja Hypnobirthing
Hypnobirthing didasarkan pada kekuatan sugesti. Prosesnya dapat menggunakan musik, video, pemikiran dan kata-kata positif guna memandu pikiran, membuat tubuh santai, dan mengendalikan napas saat proses persalinan berlangsung. Misalnya diputarkan musik suara alam, video berkembangnya sebuah bunga, atau memikirkan kalimat-kalimat pernyataan seperti “saya ingin melahirkan secara normal”, “saya relaks, bayi saya juga relaks”.
Hipnosis dalam hypnobirthing dapat dilakukan sendiri (self-hypnosis) atau meminta bantuan dari hipnoterapis, tergantung pada kebutuhan sang calon ibu. Sebelum melakukan hypnobirthing, calon ibu (dan ayah) dapat mengikuti kelas kursus hypnobirthing pada saat kandungan berusia sekitar 32 minggu. Pada kursus tersebut akan diajarkan posisi tubuh saat persalinan dan kelahiran, relaksasi dan self-hypnosis, dan teknik bernapas.

Manfaat Hypnobirthing
1. Manfaat Hypnobirthing Bagi Ibu
  • Meningkatkan ketenangan ibu yang dapat bermanfaat untuk kesehatan sel-sel tubuh Ibu dan janin
  • Hypnobirthing dapat mengurangi rasa pusing, mual, muntah, dll.
  • Mencegah dan mengurangi resiko depresi pasca persalinan (baby blues).
  • Mengatasi takut, cemas dan stres menghadapi persalinan.
  • Mengurangi resiko komplikasi persalinan
  • Mengurangi resiko operasi caesar
  • Mempercepat pemulihan ibu pasca melahirkan
  • Dapat membantu ibu mengatasi hipertensi
  • Dapat membantu memperbaiki letak janin dengan teknik dan metode komunikasi.
  • Meningkatkan kadar endorphin / morphin alami dalam tubuh yang dapat mengurangi rasa nyeri pada saat kontraksi sehingga memperlancar proses persalinan.
  • Menanamkan sugesti positif ke alam bawah sadar sehingga ibu bisa menjalani kehamilan dengan indah dan persalinan dapat berjalan lancar.
2. Manfaat Hypnobirthing Bagi Bayi
  • Mampu menjaga suplai O2 untuk bayi selama proses persalinan
  • Meningkatkan ikatan batin / bonding bayi dengan ayah dan ibunya
  • Pada saat lahir biasanya bayi biasanya lebih tenang (tidak rewel)
  • Meningkatkan produksi ASI
  • Mencegah trauma fisik dan jiwa bagi Ibu dan bayi
  • Mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas dan pembawa kedamaian

Cara Latihan Relaksasi Hypnobirthing
1.      Relaksasi Ibu Hamil/CC0/Tawny Ninaa.
a.    Persiapan
  • Pilih waktu yang rileks dan santai agar anda tidak terganggu. Jauhkan gadget dari jangkauan anda.
  • Lakukan latihan setiap hari dengan disiplin.
  • Pilih tempat latihan yang nyaman. Pastikan cahaya ruangan tidak terlalu terang agar anda lebih rileks.
  • Pastikan bahwa kemih anda dalam keadaan kosong sebelum latihan dimulai.
  • Kenakan pakaian yang longgar agar anda nyaman bergerak.
  • Gunakan musik dan arometerapi agar membantu anda lebih rileks.
b. Memilih Posisi Relaksasi
Setelah melakukan persiapan, pilih proses relaksasi yang paling nyaman menurut anda. Caranya dapat anda sesuaikan dengan kondisi tubuh anda. Dengarkan musik hypnobirthing yang akan membantu anda lebih rileks. Anda memiliki dua pilihan dalam melakukan metode hypnobirthing, yakni posisi belakang atau posisi miring.
c. Relaksasi wajah
Relaksasi wajah sangat penting karena dapat membantu bagian tubuh lain untuk mengikuti gerakan. Cara melakukan relaksasi wajah sebagai berikut:
  • Biarkan kelopak mata menutup secara perlahan. Jangan memaksanya menutup. Nikmati proses menutup mata secara pelan – pelan.
  • Fokuskan pada otot sekitar mata. Jika otot mata terasa lemas secara alami, biarkan pikiran dan tubuh anda merasakan rileks terasa mengalir dari kedua kening turun ke kelopak mata, kemudian ke tulang pipi dan rahang.
  • Saat latihan, pastikan anda merasakan leher, siku turun dan bahu sehingga secara perlahan bahu mulai terbuka keluar dan kedua tangan tergantung dengan lemas dari siku.
2.      Latihan Pernapasan
3.      Latihan teknik pernafasan ibu hamil
Temukan posisi yang paling nyaman bagi anda. Cobalah berbagai posisi untuk menemukan posisi yang nyaman, misalnya posisi duduk, setengah duduk, telentang atau miring. Posisi yang paling baik adalah menyamping ke kiri karena posisi ini dapat memperbaiki aliran darah ke rahim. Posisi ini justru sangat pentig untuk ibu hamil dengan usia kandungan kurang dari 36 minggu.
Jika anda sudah merasa rileks, mulailah bernafas sedalam – dalamnya melalui hidung dengan perlahan. Lakukan secara teratur. Ketika latihan ini, kendurkan otot – otot tubuh dan istirahatkan pikiran anda.

4.      Latihan Menanamkan Sugesti

Tanamkan sugesti dan niat positif ke alam bawah sadar ibu. Temukan suasana yang tenang. Nikmati tubuh ibu yang merasa rileks. Kemudian katakan pada bayi anda, tubuh anda dan jiwa anda bahwa anda “pasti akan melahirkan dengan cara alami, normal dan sehat”. Tanamkan semua sugesti positif “bayiku sehat, bayiku aktif”.
Untuk masuk ke dalam alam bawah sadar anda, anda dapat menggunakan ideomotorik yakni gerakan tangan secara alami yang dilakukan ibu hamil. Ketika usai melakukan latihan relaksasi, biarkan otot – otot semakin relaks dengan menghidup nafas yang panjang dan buang melalui hidung dengan perlahan – lahan.

Amankah Hypnobirthing?
Hypnobirthing aman untuk dilakukan selama dokter yang menangani sepenuhnya mendukung metode ini. Persalinan, baik dengan hypnobirthing atau pun cara lain, dianjurkan untuk dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas operasi caesar darurat dan unit perawatan bayi yang baru lahir, untuk berjaga-jaga apabila terjadi komplikasi.
Apa pun metode melahirkan yang Anda pilih nanti, utamakan kesehatan dan kenyamanan diri sendiri dan bayi Anda. Selain itu jangan lupa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda.


Sumber: 
https://www.alodokter.com/tenang-melahirkan-dengan-hypnobirthing
http://www.bidankita.com/keuntungan-melirik-hypnobirthing-2/3/
https://janinku.com/metode-hypnobirthing-melahirkan-dengan-indah-dan-penuh-cinta/



April 10, 2018 No komentar
Older Posts

About Me

About Me
You can call me TESHA. Bidan muda yang sedang belajar menulis. Wanita yang mempunyai kemauan besar dan sedikit keras kepala. Berkeyakinan bahwa kita terlahir untuk memberi warna yang indah pada dunia. DON’T GIVE UP!

Follow Us

Labels

Gender Health Hidroponik kehamilan Parenting Relaksasi

Blog Archive

  • ▼  2018 (5)
    • ▼  Mei (1)
      • PAHAMI RESIKO KESEHATAN SEBELUM NYATAKAN MENIKAH MUDA
    • ►  April (4)
  • ►  2017 (3)
    • ►  Agustus (3)

Pengikut

Created with by ThemeXpose